WHAT'S NEW?
Loading...
Selain menawarkan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI-DN), Kementerian Ristek Dikti bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), juga menyediakan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN). Beasiswa ini ditujukan bagi para dosen tetap perguruan tinggi di bawah Kementerian Ristek Dikti. Pendaftaran BUDI-LN saat ini dibuka untuk gelombang ke-2 2016 setelah sebelumnya dibuka pendaftaran gelombang pertama 2016. 

Bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi Kemristek Dikti, dan berniat melanjutkan studi S3 di luar negeri, BUDI-LN bisa menjadi solusinya. Beasiswa ini didanai penuh yang mencakup semua kebutuhan studi di luar negeri. Pendanaan dilakukan oleh LPDP. 

Komponen beasiswa yang ditanggung dan besarannya sama dengan standar Beasiswa LPDP. Meliputi biaya kuliah, biaya hidup, biaya keberangkatan dan kepulangan, tunjangan keluarga, tunjangan buku, tunjangan tesis/disertasi, seminar, visa, hingga asuransi kesehatan juga akan disediakan. Ada juga fasilitas lain semisal biaya pendaftaran ke universitas, tunjangan kedatangan, serta insentif jika masuk di perguruan tinggi unggulan berdasarkan peringkat.

Persyaratan:
1. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemristekdikti yang memiliki NIDN atau NIDK
2. Telah memiliki gelar S2 atau yang setara sesuai dengan ketentuan Kemristekdikti
3. Tidak sedangn melaksanakan studi lanjut atau berstatus mahasiswa aktif jenjang S3 pada perguruan tinggi yang dituju di luar negeri (on-going)
4. Tidak untuk mendapatkan gelar kedua pada strata yang sama
5. Telah memiliki LoA (Letter of Acceptance) tanpa syarat (unconditional) dari perguruan tinggi yang dituju
6. Telah memiliki usulan penelitian yang telah disetujui oleh calon promotor di perguruan tinggi luar negeri
7. Usia pelamar tidak melebihi 47 tahun ketika mendaftar beasiswa
8. Pelamar yang berstatus suami atau istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan dibimbing oleh promotor yang sama
9. Mendapatkan izin untuk melanjutkan studi dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS
10. Setelah menyelesaikan studi di luar negeri karyasiswa wajib dan segera kembali ke perguruan tinggi asal serta melakukan ikata dinas sekuran-kurang 2n+1, dan mengisi surat pernyataan sesuai format terlampir (Lampiran 5)

Pendaftaran: 
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (online), yaitu melalui laman Ditjen Sumber Daya IPTEK dan DIKTI di http://budi.ristekdikti.go.id. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem
b. Melampirkan LoA (Letter of Acceptance) tanpa syarat (unconditional) dari perguruan tinggi yang dituju
c. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi
d. Bagi pelamar yang akan studi di negara dnegan bahasa pengantar bahasa Inggris, melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550, atau TOEFL-iBT minimal 80, atau IELTS minimal 6.0, atau TOEIC minimal 650 yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan)
e. Bagi pelamar yang akan studi di negara dengan bahasa pengantar bukan bahasa Inggris, melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL instituisional (ITP) minimal 500, atau TOEFL-iBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5 atau TOEIC minimal 600 yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan)
f. Untuk butir (d) dan (e), apabila perguruan tinggi luar negeri yang dituju memiliki standar atau syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC yang lebih tinggi, maka syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC dari PT luar negeri yang berlaku
g. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan
h. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dalam bahasa Inggris. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3 yang telah didiskusikan dengan calon promotor
i. Melampirkan Letter of Motivation dalam bahasa Inggris maksimal 3 (tiga) halaman
j. Melampirkan surat izin melamar beasiswa dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS
k. Melampirkan surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain (lampiran 4)
l. Melampirkan surat pernyataan kesanggupan pulang ke Perguruan Tinggi asal di Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri dan menjalankan ikatan dinas sekurang-kurangnya 2n+1 (Lampiran 5)
m. Melampirkan surat keterangan berbadan sehat dan bebas Narkoba maupun TBC yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Pemerintah
n. Seluruh dokumen tersebut di atas (asli) wajib dibawa saat seleksi wawancara setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi

Pendaftaran online Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN) gelombang ke-2 2016 dibuka mulai 25 Juli – 5 Agustus 2016 di laman website BUDI. Peserta yang lolos seleksi administratif, akan mengikuti seleksi berikutnya yaitu wawancara dalam bahasa Inggris. Penetapan hasil seleksi bisa dilihat melalui akun masing-masing. 

Dokumen lampiran yang dibutuhkan seperti tertera di persyaratan bisa diperoleh melalui pedoman beasiswa yang bisa diunduh di laman BUDI-LN. Anda juga bisa melihat daftar universitas tujuan studi.

Kontak:
Direktorat Jenderal Sumberdaya Iptek dan Dikti
Gedung D Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu,
Senayan, Jakarta Pusat 10270
Email: bpps@dikti.go.id | blndikti@dikti.go.id


Beragam pilihan beasiswa S3 di New Zealand bisa Anda coba untuk melanjutkan studi di sana. Misalkan beasiswa doktor di University of Canterbury ini. UC Doctoral Scholarship. Lebih menyenangkan tentunya bila biaya studi tidak dibebankan lagi karena bisa ditanggung melalui beasiswa. Pelamar internasional yang ingin studi di UC bisa memanfaatkan beasiswa tersebut untuk mengambil gelar doktor riset yang berlangsung selama tiga tahun. 

Beasiswa diberikan sebesar $ 21.000 per tahun mencakup biaya pendidikan dan juga tunjangan bulanan. Yang menarik, bila Anda mendaftar UC Doctoral Scholarship, secara otomatis pelamar juga akan dipertimbangkan untuk beberapa beasiswa lainnya, di antaranya: 

√ Brownlie Scholarship berlaku untuk semua pelamar ($ 26.000 per tahun plus biaya pendidikan)
√ Canterbury Scholarship berlaku untuk semua pelamar ($ 21.000 per tahun plus tesis)
√ William and Ina Cartwright Scholarship khusus pelamar pendidikan ($ 26.000 per EFTS plus biaya pendidikan)
√ Roper Scholarship khusus pelamar sains ($ 26.000 per tahun plus biaya pendidikan)

Persyaratan: 
Beasiswa S3 di University of Canterbury dapat dilamar oleh mahasiswa yang mengambil studi penuh waktu atau paruh waktu untuk gelar doktor di UC. Aplikasi harus diajukan sebelum, atau dalam enam bulan pertama setelah pendaftaran gelar doktor di UC.

Pendaftaran: 
Pengajuan beasiswa doktor di University of Canterbury (www.canterbury.ac.nz) dilakukan secara online dua kali setahun. Mulai 20 Agustus – 15 Oktober 2016 dan 20 Maret – 15 Mei 2017 untuk periode berikutnya. 

Pendaftaran dilakukan di laman University of Canterbury. Pelamar akan diminta untuk membuat akun di myUC terlebih dahulu, setelah itu baru bisa mendaftarkan diri untuk program beasiswa. 

Informasi lebih lanjut juga bisa disimak melalui website University of Canterbury yang tertera. Semoga berhasil!


Selain Beasiswa BCA yang menyasar para mahasiswa di Tanah Air, ada dua program lainnya yang kini juga sedang ditawarkan BCA. Program Pendidikan Akuntansi (PPA) Non Gelar dan Program Pendidikan Teknik Informasi (PPTI) Non Gelar. PPA dan PPTI dari BCA ini ditujukan bagi para lulusan SMA/sederajat yang berminat mengikuti program tersebut. 

Apa itu PPA BCA? Ini merupakan program non gelar yang ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat untuk mendalami pendidikan akuntansi yang diselenggarakan oleh BCA. Program PPA Non Gelar ini berlangsung selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat. Selain kegiatan di kelas, siswa juga mengikuti on the job training di lingkungan BCA. Untuk mendaftar, pelamar dituntut memiliki prestasi akademik, namun memiliki kendala finansial. 

Para siswa yang mengikuti PPA Non Gelar nantinya akan mendapatkan pembekalan soft skill, seperti leadership, team work, pembentukan karakter, grooming, dan financial planning. Selain itu, selama pendidikan, peserta tidak dipungut biaya. Bahkan para siswa mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan.

Program yang diluncurkan sejak 1996 ini didukung oleh staf pengajar berkualitas dari para profesional dan dosen dari universitas terkemuka di Indonesia.

Yang menarik, selepas mengikuti program tersebut, peserta diberi kesempatan untuk bekerja di BCA tanpa ikatan dinas. Misalnya, pada akhir 2015, peserta program PPA sebanyak 387 orang. Sebanyak 126 orang berhasil menyelesaikan program, dan 125 di antaranya memilih bergabung dengan BCA sebagai karyawan tetap. 

Sementara, PPTI BCA juga merupakan program non gelar yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki prestasi akademik namun mengalami kendala finansial. BCA membuka program PPTI untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan SDM dan perkembangan Teknologi Informatika (TI) di industri perbankan.

Seperti halnya PPA Non Gelar, Program PPTI Non Gelar juga berlangsung selama 30 bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat. Para peserta program ini tidak dipungut biaya, bahkan mereka mendapatkan uang saku dan fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan perusahaan.

Selain kegiatan di kelas, siswa juga berkesempatan magang di unit kerja Kantor Pusat BCA. Selanjutnya, setelah peserta menyelesaikan program ini, BCA akan memberikan penawaran kepada mereka untuk bekerja sebagai karyawan BCA, apabila perusahaan membutuhkan.

Persyaratan PPA/PPTI:
1. Warga negara Indonesia;
2. Lulusan SMA/SMK atau siswa/siswi SMA/SMK kelas III;
3. Usia maksimum 20 tahun ;
4. Rata-rata nilai rapor kelas I s/d III minimal 7,50;
5. Rata-rata nilai Matematika (SMA IPA,IPS) atau Nilai Produktif (khusus SMK) minimal 7,50 untuk PPA
6. Rata-rata nilai Matematika (SMA IPA dan SMK Teknik yang berkaitan dengan teknologi informasi) atau Nilai Produktif (SMK Teknik yang berkaitan dengan teknologi informasi) minimal 7,50 untuk PPTI
7. Tidak pernah tinggal kelas dari SD-SMA/SMK;
8. Tidak pernah terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya;
9. Lulus dalam proses seleksi.

Pendaftaran: 
Bagi Anda lulusan SMA atau sederajat yang berminat mengikuti program PPA dan PPTI BCA periode 2017 bisa melakukan pendaftaran secara online melalui formulir berikut: 


Pendaftaran online per kota akan ditutup selambat-lambatnya 2 minggu sebelum kegiatan psikotes dilakukan. Silakan lihat jadwalnya di bawah. Pengumuman hasil kelulusan bisa dilihat melalui laman karir.bca.co.id/informasi

Jadwal Psikotes Program PPA/PPTI BCA periode 2017:



Sumber: karir.bca.co.id


Kontak: 
Email: recruitment@bca.co.id
Web: karir.bca.co.id



“Before joining LKY School, I was working in India, in the financial inclusion and business development field. Being here in LKY School allows me to gain knowledge from a diverse set of classmates so that I could go back into doing business, but with a broader set of tools and connections to other regions.” (Samuel Woodcock, USA)

Kutipan di atas adalah pernyataan dari salah satu mahasiswa program Master in Public Administration (MPA) di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKY School), National University of Singapore (NUS). Samuel adalah mahasiswa internasional yang menempuh studi pascasarjana di kampus terbaik Asia tersebut. Setiap tahun terdapat sekitar 40-60 mahasiswa di program MPA dimana 80 persen dari mereka adalah mahasiswa internasional.

Mahasiswa dari Indonesia tentu memiliki peluang yang sama dengan Samuel, seorang mahasiswa asal Amerika Serikat. Mahasiswa Indonesia juga memiliki kesempatan memenangkan beasiswa penuh dari NUS. Hal ini adalah sebuah kesempatan emas, terlebih dengan reputasi meyakinkan universitas di negara tetangga ini yang pada tahun 2015 lalu menempati peringkat 7 dunia untuk ilmu sosial dan administrasi (2015/2016 QS World University Rankings).

Program studi MPA di LKY School berdurasi 1 (satu) tahun dan diselenggarakan dalam bahasa Inggris. Program ini bertujuan untuk menyiapkan para mahasiswa yang berasal dari institusi pemerintahan atau lembaga lainnya guna menempati posisi atau jabatan senior. Karenanya, program MPA memberikan kajian multidisiplin yang intensif bagi para profesional atau siapapun yang bekerja dalam bidang-bidang yang menentukan kebijakan nasional, regional, dan global.

Lebih jauh, para mahasiswa MPA memiliki kesempatan untuk mendapatkan gelar ganda (double degree). Gelar ganda tersebut dapat dipilih baik dari NUS Law School (MPA-LLM) atau NUS Business School (MPA-MBA).

Governance Study Project
Salah satu kegiatan unggulan dari program MPA di LKY School adalah Governance Study Project (GSP). GSP ini terdiri dari kunjungan studi (study trip) ke salah satu negara tetangga dan sebuah konferensi mahasiswa.

Sebagai contoh dari GSP adalah kunjungan para mahasiswa MPA ke India pada Desember 2014 untuk mempelajari dan meneliti Ganga Rejuvenation projects (proyek peremajaan sungai Gangga). Pada kunjungan ini, mahasiswa MPA berkesempatan bertemu dengan para pemangku kepentingan guna membahas sejumlah isu dan pada tahap selanjutnya menawarkan rekomendasi kebijakan. Melalui proses penganalisaan isu-isu kebijakan yang riil, para mahasiswa belajar mengenai bagaimana menyelesaikan masalah-masalah manajerial yang kompleks melalui penelitian, penulisan, dan presentasi di konferensi.

Kriteria Penerimaan
Para pendaftar program MPA di LKY School disyaratkan sudah mencapai posisi menengah dalam jenjang karir dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun. Mereka diharapkan akan menempati jabatan manajerial dan menunjukkan komitmen untuk terlibat pada sektor pelayanan publik.

Tidak ada persyaratan minimal kecakapan Bahasa Inggris yang ditetapkan oleh Admissions Committee. Namun berdasarkan pengalaman, para pendaftar yang berhasil adalah mereka yang minimal mencapai nilai-nilai sebagai berikut: 

• 600 untuk TOEFL paper-based test
• 100 untuk TOEFL internet-based test
• 7.0 untuk IELTS academic test.

Beasiswa
LKY School menawarkan sejumlah skema beasiswa dan hibah. Beberapa mahasiswa MPA juga mendapatkan pinjaman dan beberapa lainnya mendapatkan beasiswa dan hibah dari sumber luar universitas. Sumber-sumber tersebut adalah, diantaranya, yayasan amal, perusahaan, pemerintah dari negara masing-masing mahasiswa, atau asosiasi dan organisasi profesional.

Pada saat ini LKY School menawarkan dua skema bantuan keuangan: beasiswa dan hibah. Para pendaftar skema ini harus memiliki rekam akademis dan profesional yang baik. Mereka juga menunjukkan kepemimpinan dan keinginan berkontribusi di sektor pelayanan publik. 

Beasiswa dan hibah program MPA meliputi:
- Biaya kuliah, asuransi, ujian dan biaya terkait lainnya
- Tunjangan bulanan (hanya bagi penerima beasiswa)
- Tunjangan buku dan penempatan awal
- Perumahan di College Green
- Biaya perjalanan dari Indonesia ke Singapura
- Biaya perjalanan dari Singapura ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. 

Pertanyaan
Informasi lengkap mengenai program ini dapat dilihat dari laman Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (http://lkyspp.nus.edu.sg/).


Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki beragam variasi beasiswa. Selain Beasiswa Unggulan Bantuan Riset, Workshop, Pelatihan, dan Pagelaran. Yang satu ini tak kalah menariknya. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi. Namanya kini lebih spesifik untuk membedakan Beasiswa Unggulan yang satu dengan lainnya. 

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ditujukan bagi siswa/mahasiswa berprestasi, guru berprestasi, peraih medali olimpiade internasional, juara tingkat nasional atau internasional bidang sains, teknologi, seni budaya, dan olahraga, pegawai/karyawan berprestasi yang mendapatkan persetujuan dan diusulkan oleh atasan, seniman, serta pegiat sosial. 

Pelamar yang berminat dapat memanfaatkan Beasiswa Unggulan Berprestasi untuk melanjutkan studi jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3), di dalam maupun luar negeri. Yang menarik dari beasiswa ini, pelamar bisa berasal dari mahasiswa baru atau mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan (on going). Anda hanya perlu memastikan bahwa perguruan tinggi tujuan atau perguruan tinggi studi saat ini minimum terakreditasi B dan program studinya terakreditasi A. 

Beasiswa yang diberikan meliputi beberapa komponen. Jika studi Anda berlangsung di dalam negeri, beasiswa meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, biaya penelitian, biaya buku, biaya wisuda, dan biaya asuransi. Sementara, jika studi berlangsung di luar negeri, beasiswa yang disediakan di antaranya biaya pendidikan, biaya hidup, biaya visa, biaya penelitian, biaya buku, biaya tunjangan kedatangan, biaya asuransi, serta biaya transport tujuan studi. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk S1, S2, dan S3 ini bisa dikategorikan beasiswa full yang sudah menanggung kebutuhan utama dari biaya studi. 

Prioritas bidang kajian: 
1. Manajemen Pendidikan
2. Kurikulum dan Pedadogi
3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan
4. Perfilman
5. Seni Pertunjukan
6. Seni Musik
7. Kebudayaan
8. Perpustakaan
9. Arkeologi (Permuseuman)
10. Teknologi Informasi,
11. Kebijakan Publik
12. Pariwisata
13. Industri Kreatif
14. Teknologi Pangan
15. MIPA
16. Serta bidang lain yang menjadi prioritas nasional

Persyaratan: 
Jenjang S1:
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 22 Tahun
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › Nilai rata - rata UN pendaftar baru minimal 8.0 (Sekolah Negeri atau Swasta).
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › Nilai rata - rata UN pendaftar baru minimal 8.5 (Sekolah Negeri atau Swasta).
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Jenjang S2: 
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 32 Tahun.
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Jenjang S3: 
1. Pendaftaran melalui buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id 
2. Usia Maksimal 37 Tahun.
3. Status Mahasiswa Baru/On-Going maksimal semester 3.
4. Akreditasi Program Studi A, minimal Perguruan Tinggi terakreditasi B.
5. Nilai tujuan dalam negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.00 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.25 (Perguruan Tinggi Swasta)
6. Nilai tujuan luar negeri
   › IPK pendaftar Baru minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
   › IPS pendaftar On-Going minimal 3.25 (Perguruan Tinggi Negeri) atau 3.50 (Perguruan Tinggi Swasta)
7. Kemampuan Bahasa tujuan dalam negeri TOEFL minimal 450 atau IELTS 5.0
8. Kemampuan Bahasa tujuan luar negeri TOEFL minimal 500 atau IELTS 5.5

Dokumen aplikasi: 
1. Surat penerimaan di perguruan tinggi (LoA Unconditional)
2. Ijazah dan Transkrip nilai pendidikan terakhir
3. Kartu Tanda Mahasiswa dan Kartu Hasil Studi bagi mahasiswa On-Going
4. File proposal rencana studi (alasan mengambil prodi yang dipilih dan rencana tugas akhir)
5. KK/KTP/Passport
6. Surat rekomendasi dari institusi terkait (Perguruan Tinggi asal atau tujuan)

Pendaftaran: 
Pelamar yang berminat bisa mengajukan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk jenjang S1, S2, dan S3 secara online. 

Lakukan pendaftaran di laman: buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Berikutnya unggah dokumen aplikasi beasiswa yang diminta sesuai tertera. Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2016 dibagi dalam dua batch. Untuk batch 1 sudah ditutup 31 Mei 2016. Saat ini pendaftaran dibuka untuk batch 2 yang dimulai 27 Juni – 31 Agustus 2016. 

Seleksi meliputi seleksi administrasi dan wawancara. Pendaftar yang telah mengajukan usulan beasiswa secara online dilakukan validasi dan verifikasi oleh Biro PKLN untuk dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Seleksi wawancara dan validasi peserta yang lulus seleksi pendaftaran online akan mengikuti seleksi wawancara dan diwajibkan membawa seluruh data asli sesuai dengan data yang digunakan saat pendaftaran online.

Pengumuman hasil seleksi administrasi disampaikan 30 September 2016. Pengumuman hasil seleksi wawancara akan diberitahukan kemudian. Pengumuman hasil seleksi yang lulus akan diberitahukan melalui email atau SMS kepada masing - masing peserta. Bagi yang tidak lulus dapat melihat status kelulusannya pada akun masing - masing.

Kontak: 
Sekretariat Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri 
Sekretariat Jenderal Kemendikbud
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 
Telp. 021-5711144 (ext. 2616)
www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id
Email: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id