Latest Posts

    Kamis, 18 Desember 2014

    (Review) Aplikasi Raport K13 by Kemdikbud



    Aplikasi ini merupakan  aplikasi resmi dari kemdikbud dalam hal ini direktorat pembinaan sekolah dasar. Setelah sempat mengalami error akhirnya aplikasi ini diupdate juga, saat ini aplikasi ini sudah diversi 1.0.2 (versi terbaru).
    Dipostingan kali ini saya akan mereview sedikit cara kerja, termasuk plus minus aplikasi ini bila dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi lain, seperti yang kita pahami bersama, aplikasi atau program merupakan produk teknologi, dan seperti pada umumnya produk teknologi yang fungsinya adalah mempermudah pekerjaan, maka apliksi atu produk yang paling mudah digunakan lah yang akan laku atau ramai digunakan.

    Pertama-tama perlu diingat, aplikasi ini terintegrasi dengan dapodikdas, sehingga aplikasi ini hanya bisa di install di komputer yang telah terinstall aplikasi dapodik.

    Sebelum kita ke plus minus, sedikit saya jelaskan bahwa aplikasi rapor ini menngunakan 4 masam penilaian, yakni :
    1.      Buku Harian Guru (untuk menilai KI 1 & KI2),
    2.      Ulangan harian (untuk menilai KI 3 & KI4)
    3.      UTS ( untuk menilai KI3 & KI4)
    4.      UAS (untuk menilai KI3 & KI4)

    Dan perlu diketahui untuk penilaian berdasarkan Buku Harian Guru dan Ulangan Harian hanya boleh dilakukan satu kali untuk setiap tema dan nilai yang telah dientry tidak bisa diubah/edit.
    Sedangkan untuk penilaian UTS dan UAS, bisa dilakukan sampai 5 kali, namun nnilai yang sudah dimasukkan tetap tidak bisa di edit.

    Penilaian pada aplikasi raport ini semuanya (1,2,3 atau 4) berbasiskan indikator, dengan pola penskoran benar/salah atau ya/tidak. Jadi selama mengunakan aplikasi ini anda tidak akan mendapati kolom isian yang mengharuskan anda memasukkan angka.

    Lanjut ke plus minus aplikasi.
    Kelebihannya :

    •  Karena terintegrasi dengan dapodikdas, maka kita tidak perlu repot memasukkan/mengetik    biodata.
    • Full support, ini aplikasi resmi yah, jadi kemungkinan besar aplikasi akan selalu diperbaharui sesuai perkembangan kurikulum dan aturan dari kementrian.
    • Aplikasi berbasis web yang dipastikan lebih aman dari virus.
    • Bisa diakses dari beberapa komputer, dengan syarat PC/Laptop utama terhubung dengan jaringan lokal, maka komputer-komputer lain bisa mengakses aplikasi raport yang ada di PC/Laptop utama tanpa perlu menginstall aplikasi raport dan dapodikdas.
    • KI, SK dan KD sudah terinput dan sesuai dengan isi buku resmi K13.


    Kekurangannya :
    Tak ada gadis yang tak retak, eh gading ya hahahaha. Begitupula aplikasi raport k13 ini, meskipun aplikasi ini resmi dan didevelop oleh tim yang solid namanya ciptaan manusia pasti ada kekurangannya. Adapun kekurangan itu sbb :

    • Indikator Pembelajaran belum dipetakan sampai selesai, didalam aplikasi ini memang sudah ada indikatornya namun tidak semua indikator yang ada di buku guru sudah dimasukkan ke aplikasi, bahkan di penilaian dengan menggunakan Buku Harian Guru, di kelas 4, indikator pembelajaran yang sudah dipetakan hanya pada tema 1, tema lainnya belum dimasukkan.
    • Kesulitan lain adalah indikator  yang ditampilkan di pemetaan indikator adalah seluruh indikator (tidak di sortir per mapel) ini menyulitkan proses pemetaan, terlebih data-basenya indikatornya belum lengkap, sehingga guru dituntut mengetik dan memasukkan sendiri indikatornya sesuai dengan buku atau silabus dan rppnya.
    •  Jumlah evaluasi hanya satu kali & nilai yang sudah diinput tidak bisa diedit. Ini lengkap banget, ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula hahaha, gimana tidak, sudah jumlah evaluasi (BHG,Ulangan Harian) nilai yang sudah di input tidak bisa di edit pula. Lengkap kan..
    • Pola penilaian berbasis Indikator. Dengan pola penskoran YA/TIDAK dan penilaian yang berbasiskan indikator, dan dengan kondisi yang telah saya sebutkan pada point 1, maka dengan target pembagian raport hanya 1-2 minggu maka sepertinya guru akan kesulitan menyelesaikan rapor menggunakan aplikasi ini. Belum lagi guru harus menyesuaikan nilai yang didapat sehari-hari yang umumnya masih berbetuk angka skala 100 ke bentuk kecakapan indikator YA/TIDAK.
    •  Tidak ada fitur import dan export nilai
    • Tidak ada fitur analisis hasil belajar

    Kesimpulan.
    aplikasi ini bagus, dan andai kata aplikasi ini sudah hadir sejak awal diberlakukannya k13 maka saya rasa aplikasi ini cukup membantu dalam proses digitalisasi administrasi dan proses penilaian pembelajaran. Kekurangan utama aplikasi ini terletak pada model penilaian berbasis indikator, pola penilaian seperti ini memaksa guru menginpit banyak indikator sesuai dengan proses pembelajarannya, dan pada kasus ini guru dipastikan tidak akan dapat bergerak gesit dalam menghasilkan rapor pembelajaran, andai aplikasi menyediakan penilaian berbasis KD, maka saya rasa aplikasi ini akan sangat membantu. Dan saya benari memberi bintang 4, namun karena nyatanya di versi 1.0.2 aplikasi ini masih miskin fitur dan masih kurang ringkas dalam pengoperasiannya maka saya hanya dapat memberikan bingtang 2 saja.

    Salam satu Rapor, Salam KTSP.

    #RIP K13
    more »

    Jumat, 12 Desember 2014

    (New) Aplikasi Resmi Raport K13 SD versi 1.0.2



    Akhirnya Raport K13 versi 1.0.1 resmi di release. aplikasi ini sudah bisa digunakan dan terintegrasi dengan baik dengan aplikasi dapodikdas versi 3.0.1.

    sepintas lalu berdasarkan apa yang saya lihat ketika mencoba aplikasi ini untuk beberapa menit, kesannya adalah ini aplikasi yang lengkap. tapi dari tata letak menunya sepertinya untuk menggunakan aplikasi ini perlu belajar dan penyesuaian dulu 2-3 jam.
    satu hal lagi, jangan lupa melakukan sinkronisasi dengan dapodik melalui menu tools, agar data siswa langsung masuk ke aplikasi, dan perlu diingat bahwa karena terintegrasi dan tersinkro dengan dapodik, maka status wali kelaspun sesuai dengan apa yang tertera di dapodik, misalnya pak agus merupakan wali kelas kelas 3, maka begitu beliau login ke aplikasi raport, maka datanya pun data kelas 3, dan karena kelas 3 belum menerapkan k13 maka pak agus tidak bisa melakukan entry raport. maka dari itu jika ada perubahan atau pertukaran wali kelas, maka segeralah ubah data di aplikasi dapodikdas.


    untuk mendownload aplikasi raport k13 versi 1.0.1 ini silahkan klik gambar diatas. atau klik link dibawah ini 



    Jika link diatas tidak berhasil, anda bisa mendownload dari link resmi berikut LINK DITPSD

    berikut ini saya tampilkan beberapa screen shoot aplikasi raport k13 untuk sd.





    more »

    Selasa, 09 Desember 2014

    Anak-anak SD Ini Kritik TV Nasional Lewat Lagu Anak #Makjleb




    more »

    Minggu, 07 Desember 2014

    Tips Memilih Notebook Untuk Guru/Pendidik *2014



    Karena rerata pekerjaan guru tidak terlalu membutuhkan spesifikasi Notebook yang tinggi, maka tips kali ini si tulis lebih spesifik, jika ada beberapa merek yang direkomendasikan, ini bukan karena pesanan pihak ketiga namun murni berdasarkan pengalaman pribadi.

    Memilih Notebook gampang-gampang susah, karena dewasa ini jumlah Notebook yang beredar di pasaran sangat beragam, nah biasanya semakin banyak pilihan maka semakin pusing pulalah memutuskan pilihan hehehe.

    Oh iya ini tips memilih Notebook untuk guru yah, jadi mungkin akan kurang sesuai bila di terapkan di profesi lain. Mari kita mulai.
    Pertama tama mari kita tentukan platform Notebook yang ingin dipakai.
    Saat ini notebook umumnya terbagi menjadi dua kelompok jika dilihat berdasarkan jenis prosesor yang digunakan. Yaitu notebook berbasis prosesor AMD dan Notebook berprosesor Intel

    Apa perbedaanya, secara fungsi tidak  ada bedanya, namun dari sisi harga perbedaan kedua produk cukup menjanjikan.
    Secara ringkas, berdasarkan hasil penerawangan, notebook AMD umumnya bersifat lebih bernilai (value) dalam artian laptop AMD biasanya di bandrol lebih murah dari notebook intel meskipun spesifikasinya sama. Kadangkala bisa juga direntang harga yang sama laptop AMD biasanya mampu menghadirkan fitur-fitur yang lebih wah dibandingkan notebook intel.
    Jadi jika budged anda mepet, disarankan lebih memilih notebook berbasis AMD.

    Setelah memilih platform prosesor, sekarang lanjut ke penentuan budged.
    Dalam menentukan budged ada baiknya anda mereview lagi, akan digunakan untuk apa saja notebook ini dan berapa lama rerata masa pakainya dalam satu hari.
    Perlu diketahui umumnya vendor laptop membagi produk-produknya kedalam 4 level.
    1.      Notebook pemula
    2.      Notebook menengah
    3.      Notebook profesional
    4.      Notebook gaming

    Untuk guru saya sarankan Cuma berkutat di point 1 atau 2, kenapa karena menurut saya profesi guru yang biasanya hanya berkutat pada aplikasi office, internet, editing ringan terlalu mubazir jika membeli notebook yang mahal.
    Diantara point 1 dan 2 pilih yang mana?
    Pemakaian 1-2 jam perhari pilih point 1,
    Pemakaian lebih dari 3 jam perhari pilih point 2

    Notebook pemula umumnya ada di harga 4-6 juta.
    Sedangkan laptop menengah  biasanya dikisaran 6-8 juta.
    *catatan meskipun dana anda banyak, tapi jika pemakaian anda terhadap laptop relatif rendah ada baiknya anda memilih point 1.

    Bagaimana sudah menentukan pilihan?
    Kalau sudah kita lanjut ke spesifikasi teknis.



    1.PROSESOR

    A. Laptop Pemula
    Saya ulangi, laptop pemula umumnya ada kisaran harga 4-6 juta rupiah.
    Untuk Platform AMD, pilihlah notebook dengan prosesor AMD A6 atau AMD A8
    *Catatan untul platform AMD ada banyak sekali prosesor yang beredar, tapi untuk mencapai performa yang baik dan menjamin tugas-tugas guru dapat terselesaikan dengan baik pilihlah seri prosesor seperti yang saya sarannkan di atas, insyaallah performanya tidak mengecewakan.

    Sedangkan untuk platform Intel pilihlah notebook dengan prosesor Intel Core i3 3xxxM, Intel Core i3 3xxxU, atau jika dana cukup pilihlah Produk dengan prosesor Intel Core i3 4xxxM atau Intel Core i3 4xxxU

    *catatan angka 3/4 menunjukkan generasi prosesor, semakin tinggi angkanya maka semakin baru jenis prosesornya dan otomatis semakin cepat. Sedangkan kode M/U yang paling belakang M=Mobile dan U=UltraLowVoltage. Prosesor dengan akhiran kode M memiliki performa maksimal namun agak boros batre, sedangkan prosesor dengan akhiran kode U, biasanya sangat irit daya, namun konsekwensinya kecepatannya tidak sebagus prosesor dengan kode akhiran M. paham kan. Untuk kode yang ditengah biasanya hanya menegaskan tingkatan prosesor tersebut, patokannya semakin besar angka maka performanya semakin baik.

    B. Laptop menengah
    Untuk platform AMD laptop menengah pilihlah laptop  dengan prosesor AMD A10.

    Sedangkan untuk platform Intel pilihlah notebook dengan prosesor Intel Core i5 3xxxM, Intel Core i5 3xxxU, atau jika dana cukup pilihlah Produk dengan prosesor Intel Core i5 4xxxM atau Intel Core i5 4xxxU

    *catatan angka 3/4 menunjukkan generasi prosesor, semakin tinggi angkanya maka semakin baru jenis prosesornya dan otomatis semakin cepat. Sedangkan kode M/U yang paling belakang M=Mobile dan U=UltraLowVoltage. Prosesor dengan akhiran kode M memiliki performa maksimal namun agak boros batre, sedangkan prosesor dengan akhiran kode U, biasanya sangat irit daya, namun konsekwensinya kecepatannya tidak sebagus prosesor dengan kode akhiran M. paham kan. Untuk kode yang ditengah biasanya hanya menegaskan tingkatan prosesor tersebut, patokannya semakin besar angka maka performanya semakin baik.


    2 VGA Card.
    Buat yang belum tau, VGA Card adalah sebauh perangkat yang bertanggung jawab mengolah/memproses segala yang berhubungan dengan tampilan di layar komputer. VGA card biasanya bari terasa perbedaanya antara satu laptop dengan yang lain ketika laptop digunakana untuk mengedit video dan bermain game. Selain itu rasanya relatif sama saja. Ada 2 brand VGA berkwalitas di komputer yaitu VGA AMD dengan brand “Radoen” dan VGA Nvidia dengan brand “gforce”
    VGA AMD lambangnya merah, VGA Gforce lambangnya hijau.
    Biasanya laptop yang dilengkapi VGA profesional ditempeli stiker dengan warna diatas.


    Keberadaan VGA dengan kemampuan yang lebih baik di laptop tentu mempengaruhi harga jual laptop tersebut.
    Untuk yang memilih platform AMD biasanya sudah dilengkapi VGA yang cukup baik.yaitu VGA dari brandnya sendiri yaitu Radeon. Dan untuk harga tidak berpengaruh karena semua lini laptop AMD memang pakai VGA Radeon series.

    Berbeda untuk plaform intel.
    Laptop berbasis intel biasanya ada yang hanya memakai VGA Intel saja dengan Brand intel HD graphic namun ada pula yang menggunakan VGA Buatan AMD ada pula yang menggunakan VGA buatan Nvidia.
    Kalau anda ingin hemat pilihlah laptop intel yang menggunakan VGA standart (VGA Intel HD), namun jika anda punya dana lebih anda bisa mempertimbangkan memilih produk yang disertai dengan VGA AMD atau NVIDIA.

    3. Harddisk.
    Hardisk sangat penting, karena salain sebagai tempat menyimpan data, harddisk juga memiliki peranann sangat vital dalam menentukan performa sebuah laptop secara keseluruhan.\
    Perlu diketahui secara teknologi semua komponen dikomputer sudah mencapai lompatan yang luarbiasa. Cuma satu komponen yang relatif lambat berkembang atau kasarnya sudah hampir mentok yaitu hardisk.  Di banyak komputer saat ini biangkerok lambatnya kinerja komputer adalah hardisk.

    Saat ini umumnya setiap laptop dibekali harddisk dengan kapasitas 250-500Gb.
    Untuk memilih laptop mana dengan harddisk yang baik tidak dapat dilihat dari kapasitasnya namun hanya bisa dilihat dari kecapatan berputarnya harddisk yang biasanya dilambangkan dengan satuan *rpm. Umumnya laptop seri pemula dan menengah dibekali dengan harddik dengan kecepatan 5400rpm. Jika anda beruntung kadangkala ada satu dua seri yang menawarkan laptop dengan harddisk 7200rpm. Jika ada laptop seperti itu sikat saja, karena performanya cukup jauh diatas harddisk 5400rpm. Opsi lain agar performa harddisk bagus beberapa vendor meracik laptop dengan harddisk hybrid yaitu menggabungkan harddisk type magnetic (harddisk klasik) dengan SSD (solid state drive) ini menjadikan laptop jauh lebih gesit namun tetap hemat daya. Sayangnya laptop dengan spefisikasi harddisk seperti diatas umumnya masih mahal, karena harga komponen SSD juga mahal.

    5.    Sabar
    Ini tips terakhir anda harus sabar hunting dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan laptop idaman dengan harga dan performa yang terbaik.

    Tiga aspek diatas yang menurut saya sangat penting dalam memilih sebuah laptop. Adapaun hal-hal lain sepeti ukuran layar, jenis layar, bentuk keybord, warna, dll relatif tidak berpengaruh signifikan terhadap performa laptop ketika diaajak bekerja, hal-hal sperti yang saya sebutkan diatas  bisa anda pertimbangkan sesuai dengan selera masing-masing.


    Salam satu data
    more »

    Jumat, 05 Desember 2014

    Surat Mentri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penghentian Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah tertentu






    Nomor : 179342/MPK/KR/2014                                                                            5 Desember 2014
    Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
    Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
    di
    Seluruh Indonesia
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Salam sejahtera bagi kita semua.
    Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga
    Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.
    Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
    Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.
    Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.
    Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober
    2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.
    Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
    1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
    2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
    3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
    4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.
    Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang
    sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.
    Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum.
    Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013 kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.
    Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
    1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan
    sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.
    2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang
    keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.
    3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
    Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.
    Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula.
    Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan. Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Jakarta, 5 Desember 2014
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
    Anies Baswedan


    wellcomeback kurikulum ktsp.
    ini resmi lo yah, cek saja inbox padamunegeri masing-masing
    more »

    Kamis, 04 Desember 2014

    SEKOLAH boleh kembali ke KTSP


    Kurikulum 2013 (K-13) tidak akan diterapkan di semua sekolah seperti saat ini. Tidak seperti rencana awal, penerapan K-13 akan dibatasi kepada sekolah- sekolah yang sudah siap saja, sedangkan sekolah yang belum siap dapat kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
    Hasil pertemuan tim evaluasi K-13 dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Rasyid Baswedan K-13 tetap dilanjutkan pada sekolah yang siap. Kemendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria.
    "Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi," kata Ketua Tim Evaluasi K-13, Prof Suyanto yang Yovieitem.Net kutip dari SekolahDasar.Net seperti yang tertulis pada halaman Berita Satu (03/12/2014).
    Mendikbud mengizinkan sekolah-sekolah yang belum siap kembali kepada Kurikulum 2006 atau dikenal lebih dikenal KTSP. Menurut Suyanto, keputusan ini sama dengan implementasi K-13 pada tahap pertama tahun 2013 yaitu hanya diterapkan secara terbatas kepada "sekolah inti".
    Prof. Hamid Hasan yang juga tim evaluasi K-13 mengatakan K-13 tetap dilanjutkan namun secara terbatas dengan menunjuk sekolah-sekolah prototipe atau sekolah model. Menurutnya, tim evaluasi masih menyiapkan kriteria sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan K-13. Salah satu kriterianya
    adalah akreditasi sekolah.
    Sekolah prototipe terdiri dari sekolah-sekolah yang melaksanakan K-13 pada tahap pertama (tahun 2013), yaitu sebanyak 6.326 sekolah. Ditambah dengan sebagian sekolah pelaksana K-13 di tahap kedua (tahun 2014) yang dinilai sudah siap.
    _____________________________________________________________________________________________________
    Inilah kenapa pemimpin itu pahala dan dosanya besar, karena keputusan apapun yang dibuatnya berdampak sangat besar pada akar rumput.
    *buat anak kok coba-coba
    more »
    © 2014 YovieItem.Net. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9